Pasti kita sudah sering mendengar kasus Prita Mulyasari vs RS Omni International Alam Sutera, Tangerang. Mari kita gali marketing ideas untuk belajar marketing bersama. Cerita berawal dari ketidakpuasan pasien / pelanggan RS Omni International bernama Prita Mulyasari terhadap layanan dokter dan administrasi di Rumah Sakit tersebut. Setelah pindah ke RS lain karena ketidakpuasan tersebut, Prita menceriterakan keluhannya melalui e-mail kepada 20 temannya. Tetapi kemudian e-mail tersebut dengan cepat menyebar luas, terutama melalui media internet. Beberapa dokter yang disebut dalam e-mail tersebut dan pihak RS OMni Internasional merasa keberatan dengan kata-kata dalam e-mail tersebut yang sempat menyebutkan bahwa Prita merasa “tertipu”.

Untuk mengantisipasi berkembangnya image negatif terhadap perusahaan, dokter dan pihak RS Omni International menuntut Prita dalam kasus perdata, dan memenangkan kasus tersebut. Permasalahan belum berhenti, tuntutan kepada Prita berlanjut ke kasus pidana pencemaran nama baik. Dalam proses peradilan, Prita sempat dimasukkan dalam tahanan. Sampai titik tersebut, publikasi terhadap kasus ini belumlah “meledak” seperti sekarang. Tetapi setelah penahanan Prita, kasus tersebut menyebar ke berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik. Yang fenomenal adalah dukungan kepada Prita yang terus mengalir melalui “cause” di facebook yang hari ini (Rabu, 10/6/2009) pagi sudah melampaui 250.000 orang. Fantastis!

Publikasi kasus inipun menjadi luar biasa. Perhatian berbagai lapisan masyarakat pun tertumpu pada kasus ini. Presiden, wakil presiden, para capres, Komnas HAM, Depkominfo, dan lain-lain menyoal masalah ini. Dan semuanya lebih cenderung medukung Prita Mulyasari. Komisi IX DPR pun sampai memberi rekomendasi Departemen Kesehatan untuk mencabut ijin RS Omni International. Di media internet, berbagai forum diskusi pun tidak kalah serunya, hampir semuanya menyudutkan RS Omni International. Publikasi yang luar biasa ini lebih merupakan publikasi negatif buat RS Omni International.

Tiga hal yang menarik untuk dibahas dalam blog belajar marketing dan sharing marketing ideas ini adalah (1) Sudah tepatkah langkah RS Omni International mengantisipasi publikasi dan berkembangnya image negatif yang berkembang dari surat keluhan pelanggannya melelui media internet dengan cara menuntut Prita, atau bagaimanakah seharusnya? (2) Bagaimanakah langkah yang tepat bagi RS Omni International sekarang, saat publikasi negatif justru lebih dahsyat setelah menuntut Prita? (3) Analisa mengenai peran dan pengaruh online “crowd” dalam era many to many marketing sekarang ini?

Bagaimana menurut Anda? Please feel free to express your marketing ideas and share with us at http://kopicoklat.com dan belajar marketing bersama di blog ini. More marketing cases at http://kopicoklat.com