Di pasar gadget telekomunikasi, Blackberry dan iPhone kini menjadi trend khususnya pada pasar smart phone. Mari share marketing ideas dan belajar marketing dengan berawal dari laporan Gartner Research pada bulan Mei 2009. Market share Nokia yang secara tradisi menguasai market ini terus turun. Pada kuartal I 2009, market share Nokia di pasar smart phone turun menjadi 41,2% dibandingkan pada kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar 45,1%. Research in Motion, dengan produk Blackberry terus naik dari 13,3% pada thaun 2008 menjadi 19,9% pada tahun 2009. Demikian juga dengan iPhone dari Apple melonjak dari 5,3% menjadi 10,8%. Dan kebetulan keduanya menggunakan nama buah : Blackberry dan Apple :)

Dalam era konvergensi teknologi dan industri telekomunikasi, media dan informasi saat ini, perdebatan mengenai bisnis model yang menjanjikan masih sangat seru. Salah satu bisnis model yang sering dijadikan acuan dan diskusi adalah bisnis model Telco 2.0 yang dipopulerkan oleh STL Partners. Bisnis model ini mengubah bisnis model lama yang disebut “one-sided business model” menjadi “two-sided business model”. Disebut one-sided karena aliran revenue yang mengalir satu jalur dari end user ke operator telekomunikasi dan selanjutnya ke supplier.

onesided

one sided business model

Dengan adanya fenomena konvergensi dari tiga atau lebih industri ini menyebabkan diperlukannya bisnis model baru. Salah satu konsepnya adalah two-sided, disebut demikian karena telco memberikan layanan ke dua sisi, yaitu upstream partners, seperti perusahaan media dan internet serta downstream end users.

two-sided

two-sided business model

Konsep tersebut diperkuat oleh fenomena Blacberry dan iPhone yang sukses di pasar. Sukses iPhone menyusul sukes iPod yang dirilis juga oleh Apple. Saat ini Amazon juga menuai sukses di pasar gadget dengan Kindle. Studi kasus Kindle dapat dibaca pada posting sebelumnya di blog ini (click here).

Kita dapat kemudian belajar marketing dan share marketing ideas dengan belajar dari sukses Apple (iPhone & iPod), Blackberry dan Kindle. Ada satu kesamaan yang bisa kita temukan, yaitu integrasi antara layanan akses telekomunikasi (network), hardware atau perangkat keras end user / CPE (customer premises equipment) dan content atau aplikasi. Integrasi ini cermin dari konvergensi teknologi dan industri yang telah kita sebut sebelumnya.

iPod sukses mengembangkan apa yang disebut dengan iPod atau iTunes ecosystem yang melibatkan integrasi tiga layanan di atas. Dengan ekosistem tersebut pengguna dapat dengan mudah memilih, membeli dan menikmati lagu-lagu yang diinginkan melalui iPod. iPhone pun mengembangkan ekosistem serupa dengan adanya ekosistem pengembang aplikasi dari pihak ketiga. Para pengembang aplikasi di iPhone tersebut dengan mudah mengajukan aplikasinya untuk bisa dikembangkan di iPhone dan menuai pendapatan dari revenue sharing. Blackberry dan Kindle juga sukses menggabungkan ketiga layanan tersebut.

Jadi belajar dari mereka, apakah bisnis model atau layanan seperti inikah yang merupakan two sided business model yang menjanjikan di era konvergensi teknologi dan industri telekomunikasi, media dan informasi?

What do you think? Please share your marketing ideas with us @ http://kopicoklat.com dan belajar marketing bersama di blog ini.