Indonesia menjadi salah satu tempat pertumbuhan layanan broadband tertinggi di dunia. Menurut reportase Radio Australia, pertumbuhan pengguna broadband di Indonesia pada tahun lalu mencapai 142%, walaupun dari tingkat penetrasi terhadap populasi masih rendah. Sedangkan pengguna internet di Indonesia diprediksi mencapai 30.000.000 orang, menurut internetworldstats.com. Hal ini, mau tidak mau akan berpengaruh terhadap perilaku atau gaya hidup kita. Nah… berikut beberapa cerita unik dan ringan mengenai perubahan gaya hidup kita sehari-hari yang dipengaruhi internet dan broadband, berdasarkan pengamatan, pengalaman dan sharing bersama teman-teman, baik secara offline maupun online. Fakta unik dan ringan dalam studi kasus marketing ini hanyalah indikasi dari banyak perubahan karakter di era broadband economy. Semoga memberikan penyegaran dan wawasan bagi kita untuk belajar marketing dan menangkap peluang dari perubahan perilaku pasar.

Fakta Satu. Tampaknya kita harus mulai mengantisipasi fenomena yang satu ini, yaitu tingkat okupansi toilet yang bertambah. Akses internet dan broadband yang semakin lancar, ditambah berbagai macam aplikasi yang tersedia melalui smartphone ternyata membuat banyak orang tertarik untuk mengisi waktu di toilet menggunakan smartphone. Kalau dahulu, beberapa orang membawa koran atau merokok saat melakukan “kegiatan wajib” di toilet, maka beberapa orang kini tidak lupa membawa smartphone ke toilet. Entah itu untuk sekedar main game, browsing, chatting, facebook-an, twitter-an atau bahkan download aplikasi atau content di internet.

Fakta Dua. Berbagai tipe smartphone, sekarang dilengkapi dengan fungsi GPS dan aplikasi navigasi berbasis GPS. Dikombinasikan dengan browser, maka smartphone telah menjadi sumber informasi dan panduan yang luar biasa dalam mencari dan menemukan berbagai macam point of interest, mulai dari lokasi ATM, hotel, gedung, tempat ibadah, tempat belanja sampai tujuan wisata kuliner.
Dalam suatu perjalanan ke Jogja, berdasarkan rekomendasi yang saya temukan di internet, saya mencoba menemukan Bakmi Goreng Jawa “Pak Pele” dengan dipandu GPS. Ternyata aplikasi navigasi GPS berbasis Android yang saya gunakan, memaksa saya memutar kendaraan, karena aplikasi tersebut memandu ke arah jalan di lingkungan Kraton Yogyakarta yang ternyata malam itu menjadi jalan buntu, karena terdapat pintu gerbang yang ditutup. Uniknya, waktu memutar kendaraan, dari arah berlawanan bertemu dengan dua kendaraan lain dengan plat nomor luar kota Jogja, yang ternyata juga harus memutar setelah “tersesat” karena juga dipandu navigasi berbasis GPS. Cerita unik berikutnya, adalah seorang teman yang terpaksa menempuh perjalanan Jogja – Jember melebihi waktu tempuh normal, justru setelah menggunakan navigasi berbasis GPS. Salah satu sebabnya adalah kemungkinan kesalahan dalam melakukan setting “routing options” pada alat navigasi GPS yang digunakannya.

Fakta Tiga. Berdasarkan hasil salah satu riset pasar, pada segmen pelajar, internet dan broadband telah menjadi salah satu kebutuhan utama. Beberapa pelajar mengaku, memilih menggunakan uang sakunya untuk membeli “pulsa” daripada untuk “jajan” membeli makanan atau minuman. Pulsa yang dimaksud, tentu saja sebagian untuk tetap bisa mengakses internet, terutama untuk tetap bisa update status di beberapa social media seperti facebook atau twitter.

Fakta Empat. Pengguna e-commerce diprediksi akan terus meningkat di tahun 2011. Salah satunya ternyata dikontribusi oleh pembelian secara online melallui social media. Segmen potensialnya adalah segmen wanita, yang berdasarkan hasil survey pada beberapa periode sebelumnya sebetulnya bukanlah segmen potensial dalam e-commerce. Akhir-akhir ini bisa kita lihat di facebook, banyak teman kita dari segmen ini, para ibu-ibu atau remaja wanita yang di-“tag” pada foto produk yang di-share oleh para penjual berbagai macam produk secara online. Mulai dari produk kosmetik, fashion sampai berbagai produk kesehatan.

Fakta Lima. Di beberapa kota besar, terutama Jakarta, mulai marak café yang beroperasi 24 jam. Café tersebut tetap ramai, walaupun waktu sudah menunjukkan melewati tengah malam. Beberapa orang tampak tetap mencoba produktif, baik diskusi, meeting atau sibuk di depan komputer pribadinya dengan dukungan internet hotspot di lokasi tersebut atau USB modem di komputernya. Beberapa tempat makan yang dulu biasa kita temui di dalam mall, kini beberapa di antaranya mulai mencari tempat operasi di luar mall, demi untuk bisa beroperasi 24 jam.

Fakta Enam. Ada yang berubah dalam kegiatan sarapan di pagi hari. Bukan menunya, dan bukan waktu sarapannya. Tetapi banyak orang kini saat sarapan di pagi hari, di sampingnya terdapat smartphone atau bahkan mungkin tablet PC yang tetap aktif dioperasikannya. Beberapa orang menggunakannya untuk browsing berbagai berita terbaru di media online, seperti detik.com, kompas.com, vivanews.com atau di social media, sambil terus melakukan update status atau sharing berita baru yang ditemukannya melalui akun social medianya.

Fakta Tujuh. Banyak akun palsu di social media. Twitter pun menyediakan tambahan informasi “verified account” untuk membedakan official twiiter account dengan akun-akun lain yang serupa. Identifikasi ini sangat penting, terutama bagi entitas bisnis atau selebritis yang sering menjadi target akuisisi nama akun yang serupa. Tempo Interaktif, pada hari Rabu, 5 Januari 2011 memberitakan bahwa terdapat ratusan akun di facebook yang menggunakan nama “Gayus Tambunan”. Gayus Tambunan adalah tersangka kasus korupsi pajak yang kini sedang menjalani sidang. Berbagai macam motif menjadi latar belakang orang mengakuisisi akun social media, mulai dari iseng sampai dengan untuk keperluan pembajakan informasi atau merusak citra individu atau entitas bisnis.

Bagaimana dengan Anda? Ada cerita unik yang ingin Anda share? Please give comments or share with us @ http://kopicoklat.com dan bersama belajar marketing melalui studi kasus marketing Indonesia dan internasional serta sharing marketing ideas untuk memanfaatkan perubahan perilaku ini.