Arif Swa

Arif Swa

(0 comments, 11 posts)

This user hasn't shared any profile information

Posts by Arif Swa

Persaingan Posko Layanan di Jalur Mudik.

0

Seperti tahun-tahun sebelumnya, maka Lebaran tahun ini diwarnai dengan persaingan bisnis di jalur mudik. Persaingan ini cukup menarik bagi kita untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas. Berbagai posko layanan mudik bertebaran di sepanjang jalur mudik di seluruh Indonesia. Persaingan tampak lebih seru dengan pertempuran media promosi below the line, mulai dari spanduk, umbul-umbul, banner sampai digital signage.

Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) mobil berlomba menyediakan jasa layanan purna jualnya. Sebagian di antaranya beroperasi 24 jam penuh. Nissan Motor Indonesia menyediakan 5 lokasi Nissan Rest Point (NRP) yang beroperasi 24 jam. NRP melengkapi 27 bengkel siaga yang beroperasi pada jam kerja biasa. Isuzu menyiapkan 8 lokasi posko siaga 24 jam, melengkapi 23 lokasi bengkel siaga. Dealer terbesar mobil Toyota, Auto2000 menyebar 11 lokasi posko siaga dan 4 bengkel siaga yang beroperasi 24 jam. PT Indomobil, ATPM dari mobol Suzuki menyiapkan 25 posko siaga di lima wilayah di Indonesia. Tiap posko biasanya juga dilengkapi berbagai layanan gratis, seperti kursi pijat, TV kabel, takjil gratis, dan lain-lain. Beberapa ATPM juga menyediakan mobile services yang siap melayani pemudik.

ATPM motor juga tak kalah seru bersaing, apalagi jumlah pemudik yang menggunakan motor terus meningkat dari tahun ke tahun. Yamaha menyediakan 3 pos jaga dan 8 bengkel jaga. TVS menggelar 4 posko di Jawa. Suzuki mendirikan 37 posko siaga di berbagai wilayah di Indonesia. Yang More >

Many to Many Marketing Gaya Paris van Java Mall Bandung?

0

Minggu malam kemarin (06/09) saya sempat mengunjungi salah satu dari sekian banyak mall di kota Bandung, yaitu Paris van Java ( www.paris-van-java.com ). Di sini saya menemukan hal yang menarik kita bahas untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas. Konsep mall tersebut cukup unik, berbeda dari konsep mall kebanyakan. Arsitektur bangunan didesain bertemakan bangunan dan ruko Eropa. Di Ground level, koridornya merupakan ruang terbuka dengan beberapa burung merpati beterbangan bebas di sekitar kandang yang dipasang di pohon-pohon di tengah koridor tersebut. Jalan di koridornya pun didesain khusus dengan konsep alami disusun dari bebatuan dan kayu. Beberapa anchor tenants yang juga menjadi daya tarik mall tersebut antara lain Blitz Megaplex, Carrefour, Gramedia dan Sogo.

Diferensiasi dengan konsep open air alami dan tema bangunan dan koridor dengan desain Eropa tersebut membuat mall yang diresmikan bulan Juli 2006 ini setiap weekend tidak sepi pengunjung. Bahkan hampir bisa dipastikan akan terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Sukajadi – tempat mall tersebut berada – pada setiap weekend karena banyaknya kendaraan pengunjung yang keluar masuk mall.

Saya sudah cukup lama tidak mengunjungi mall ini hingga kemarin malam, dan saya melihat salah satu tambahan fasilitas yang cukup menarik. Di posisi depan mall, dekat dengan lahan parkir utama, dibangum sebuah lahan berbentuk persegi panjang, mungkin dengan ukuran sedikit lebih besar dari lapangan basket, tetapi tanpa garis More >

Blackberry Baru, 500 ribu-an. Tertarik?

9

Posting di blog belajar marketing dan sharing marketing ideas kali ini mengenai salah satu trend di pasar gadget telekomunikasi sekarang adalah Blackberry. Demam Blackberry juga terjadi di Indonesia. Karena harganya masih relatif cukup tinggi, maka pada beberapa segmen pelanggan mencari alternatif untuk memperoleh “Blackberry” dengan membeli gadget serupa dari produsen selain RIM (Research In Motion). Produsen yang merilis gadget serupa kini cukup banyak, baik produsen lokal maupun beberapa produsen dari Cina, Korea dan Eropa. Gadget serupa dari produsen lokal atau dari Cina dicari karena memberikan harga yang jauh lebih ekonomis. Beberapa jenis gadget serupa yang dirilis bundling dengan layanan dari beberapa operator telekomunikasi tersedia dengan harga di kisaran 1 juta-an, jauh dari harga Blackberry RIM yang ada di kisaran 4 juta-an atau lebih, tergantung tipe. Walaupun ada beberapa Blackberry ilegal yang dijual di bawah harga 4 juta, terutama Blackberry Curve.

Tetapi perang antara RIM dan Apple dalam memasarkan Blackberry dan iPhone memberikan alternatif pembeli untuk memperoleh Blackberry RIM dengan harga jauh lebih ekonomis, bahkan setara dengan gadget serupa produksi lokal atau Cina. Seperti di Indonesia saat ini, di pasar global Blackberry mulai mendapatkan tantangan dari Apple iPhone di pasar smartphone. Baru-baru ini di Amerika Serikat, Apple iPhone 3G dirilis dengan harga US$ 99 setelah disubsidi. RIM beraliansi dengan Verizon, salah satu operator telekomunikasi More >

Film “Meraih Mimpi”: Harapan Bangkitnya Kreativitas di Industri Film Indonesia

5

Peran diferensiasi sangat besar dalam menentukan keberhasilan pemasaran. Sehingga diferensiasi menjadi pokok bahasan yang menarik bagi kita untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas. Dari sembilan elemen dalam konsep pemasaran yang diusung Hermawan Kartajaya, strategi kuncinya dirumuskan lebih sederhana dalam segitiga PDB (Positioning, Differentiation, Branding) di mana tampak bahwa Diferensiasi menjadi salah satu elemen dalam core strategy. Dalam konsep New Wave Marketing, sembilan elemen pemasaran tersebut bertransformasi menjadi 12C. Diferensiasi bertransformasi menjadi Coding atau lebih lengkapnya “Coding Your DNA”. Diferensiasi atau Coding memegang peranan penting dalam membentuk pembeda yang otentik dari suatu produk, layanan atau perusahaan yang membedakannya dari produk, layanan atau perusahaan lain sehingga akan mampu menarik bagi target market tertentu. Pada akhirnya, diferensiasi akan berkontribusi dalam sustainability dari perusahaan tersebut karena merupakan sumber dari keunggulan kompetitif dari perusahaan.

Di dalam era hyper-competition seperti sekarang, diferensiasi sangat membutuhkan kreativitas. Bagaimana dengan industri film Indonesia sekarang ini? Beberapa pakar dan media akhir-akhir ini memandang industri film Indonesia mulai bangkit, setelah terpuruk sejak krisis ekonomi di akhir dekade 90-an. Pendapat ini dikuatkan dengan mulai meningkatnya komposisi film Indonesia di berbagai bioskop di tanah air. Tetapi data dari Lembaga Sensor Film More >

Mbah Surip dan Fenomena Angsa Hitam

0

Mbah Surip adalah sosok yang mampu memberi inspirasi, termasuk memberi inspirasi kita untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas mengenai industri musik Indonesia. Bagaimanakah kita bisa menggambarkan industri musik Indonesia saat ini? Beberapa kondisi yang bisa mewakili antara lain: industri musik Indonesia saat ini didominasi oleh group band muda, artis atau presenter tenar yang kemudian terjun ke dunia nyanyi dan pada umumnya mengusung aliran musik pop dengan beberapa variasi. Group band atau penyanyi akan mencapai puncak popularitas saat usia muda dan mulai menurun saat usia beranjak senja, tidak terkecuali misalnya salah satu diva musik pop Indonesia: Kris Dayanti atau KD. Lagu, baik single maupun dalam album akan tenar saat awal perilisannya yang dibarengi dengan promosi yang gencar. Tarif lagu maupun artis musisi akan berbanding lurus dengan tingkat popularitasnya.

Tetapi mbah Surip yang bernama lengkap Urip Ariyanto dan lahir pada tanggal 5 Mei 1949, merupakan pengecualian dari semua kondisi di atas. Beliau bagaikan “pencilan” dalam statistik di industri musik Indonesia. Beliau mencapai puncak popularitas justru di saat usianya senja, 60 tahun. Lagu-lagunya baru saja populer pada tahun ini, 2009, padahal sudah dirilis sejak beberapa tahun silam. Sebagai contoh lagu “Tak Gendong” sudah dirilis tahun 2003 dalam album dengan judul yang sama. Di dalam album tersebut juga terdapat lagu “Bangun Tidur” yang juga tidak kalah populer baru-baru ini. Menurut salah More >

Tantangan Menuju New Wave Marketing: Change the Mindset!

2

Bagi kita yang sedang belajar marketing, mungkin sudah cukup familiar dengan istilah “New Wave Marketing”, yang dipopulerkan oleh Hermawan Kartajaya. Jadi sekarang mari kita sharing marketing ideas mengenai implementasi new wave marketing. Formulasi strategi marketing yang meliputi segmentasi, targeting dan positioning (STP) ditransformasikan menjadi Communitization, Confirming dan Clarifying. Pada level taktik: diferensiasi, marketing mix (yang terdiri dari 4P: Product, Price, Place, Promotion) dan Selling menjadi Coding, Crowd Combo (terdiri dari 4C: Co-Creation, Currency, Communal Activation dan Conversation) dan Commercialization. Pada tataran Value, yang meliputi Brand, Service dan Proses menjadi Character, Caring da Collaboration. Sehingga secara keseluruhan bertransformasi menjadi formulasi 12C.

Dalam belajar marketing, khususnya new wave marketing, sangat penting untuk memahami latar belakang munculnya konsep tersebut. Salah satu esensi dari transformasi ini adalah perubahan dari era vertical marketing menuju horizontal marketing. Era horizontal ini salah satunya bisa kita pahami dari buku Thomas L. Friedman berjudul “The World is Flat”. Saat ini konsep new wave marketing sudah mulai berkembang secara komprehensif dari berbagai sumber. Kita sudah bisa menemukan berbagai referensi yang gres dari konsep dalam tiap aspek 12C tersebut. Best practices juga sudah mulai banyak kita temukan mengenai implementasi dari horizontal marketing tersebut. Contohnya adalah bagaimana More >

Customer Loyalty Program Sudah Kehilangan Kesaktiannya?

6

Customer loyalty merupakan bagian dari value dari proses marketing yang penting. Mari kita coba share marketing ideas mengenai customer loyalty dan tantangannya untuk belajar marketing. Berapa dari kita yang menggunakan credit card, secara aktif melakukan cek poin reward? Berapa yang kemudian dengan aktif dan konsisten menukarkan poin reward tersebut dengan hadiah? Apakah bila ada provider credit card lain yang memberi penawaran bebas iuran tahunan untuk tahun pertama dan diskon langsung di beberapa merchant, misalnya sejumlah restoran favorit dan toko elektronik ternama, kita tetap bertahan, loyal kepada provider existing, karena sudah ada program poin reward dari provider existing?

Saya coba search beberapa artikel marketing di internet, dan saya belum mendapatkan cerita sukses akhir-akhir ini dari customer loyalty program dengan model ini.

Program mileage atau frequent flyer dari berbagai maskapai penerbangan pun kini menghadapi tantangan baru, sehingga dituntut marketing ideas untuk mengantisipasi tantangan tersebut. Low fares airlines menjadi fenomena baru di industri penerbangan komersial. Tehran Times, dalam laporannya tanggal 25 Juli 2009, menyebutkan bahwa Singapore Airlines semakin kehilangan pelanggan loyalnya karena adanya persaingan dari low fares airlines, atau yang mereka sebut dengan ”McDonald’s Model Carriers”. Singapore airlines diprediksi akan membukukan profit tahunan paling buruk dalam dua dekade terakhir, sebagai efek dari kehilangan banyak More >

Film “Merah Putih”: Nasionalisme dalam Industri Film Indonesia

2

“Merah Putih”, sebuah film yang merupakan awal dari Trilogi Merdeka akan segera dirilis pertengahan bulan Agustus 2009 dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-64. Film ini disutradari oleh Yadi Sugandhi dengan produser Jeremy Steward. Trilogi Merdeka merupakan hasil kerjasama Margate House dan PT Media Desa. Di belakang PT Media Desa adalah pengusaha yang tercatat dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia, Hasyim Djojohadikusumo. Hasyim adalah saudara dari Prabowo Subianto, calon wakil presiden dari partai Gerindra yang berpasangan dengan calon presiden Megawati Soekarnoputri dalam Pemilihan Presiden tahun 2009 yang baru lalu.

Biaya yang dikeluarkan untuk trilogi tersebut cukup fantastis untuk ukuran film Indonesia: 60 milyar rupiah. Jumlah dana tersebut memang sebanding dengan ambisinya untuk mampu menghadirkan film yang tidak kalah kualitasnya dengan film produksi Hollywood. Special effect diserahkan kepada Adam Howard, yang pernah menangani film “Saving Private Ryan”, “Harry Potter: Secret of the Sorcerer’s Stone” dan “Black Hawk Down”. “Saving Private Ryan” dan “Black Hawk Down” adalah film produksi Hollywood yang bergenre sama dengan film “Merah Putih”, yaitu berlatar belakang masa perang. Skenario ditulis oleh Rob Allyin, seorang jurnalis New York Times. Yadi Sugandhi sebelumnya adalah penata gambar untuk salah satu film terpopuler di Indonesia saat ini: “Laskar Pelangi”. Para aktor yang membintangi film ini juga cukup dikenal dalam More >

Penjualan Kindle melampaui iPod?

4

Cerita iPod dan tantangannya menjadi sumber banyak marketing ideas dan membuat belajar marketing menjadi menarik. Tantangan berikutnya dari iPod adalah Kindle. Kindle adalah sebuah e-reader yang dikembangkan atau dipopulerkan oleh amazon.com. Kindle menyediakan akses yang mudah dan cepat ke perpustakaan e-book yang sangat besar untuk didownload ke alat tersebut, sekaligus dengan mudah membaca e-book tersebut. Pada saat membaca e-book menggunakan Kindle, pengguna dapat melakukan text highlight, menambah catatan pribadi dan lookup informasi terkait melalui internet. Pada saat peluncurannya terdapat 90.000 pilihan buku.

Mungkin beberapa tahun yang lalu alat seperti ini baru muncul di beberapa film bertema science-fiction. Tetapi tahun 2008 kurang lebih 500.000 unit kindle terjual. Tahun 2009 Citi Investment Research membuat estimasi penjualan Kindle akan naik menjadi 1.027.000 unit dan pada tahun 2010 menjadi 3.533.000 unit.

Jadi dibandingkan dengan penjualan iPod pada tahun 2008 dan estimasi tahun 2009, maka penjualan Kindle telah melampaui iPod. Tetapi pada tahun 2010 penjualan iPod diestimasikan akan kembali mengungguli Kindle. Walaupun masih ada yang meragukan estimasi penjualan Kindle pada tahun 2009 dan 2010 akan meningkat setajam itu, tetapi penjualan tahun 2008 sudah menunjukkan angka yang fantastis. Perlu diketahui harga Kindle masih tergolong mahal. Versi pertama Kindle dijual dengan harga USD 350 – 379 pada tahun 2008, bandingkan dengan iPod Shuffle yang ‘hanya’ USD More >

Belajar Marketing dari Kasus Prita vs RS Omni: The Power of Wisdom of the Crowd?

0

Pasti kita sudah sering mendengar kasus Prita Mulyasari vs RS Omni International Alam Sutera, Tangerang. Mari kita gali marketing ideas untuk belajar marketing bersama. Cerita berawal dari ketidakpuasan pasien / pelanggan RS Omni International bernama Prita Mulyasari terhadap layanan dokter dan administrasi di Rumah Sakit tersebut. Setelah pindah ke RS lain karena ketidakpuasan tersebut, Prita menceriterakan keluhannya melalui e-mail kepada 20 temannya. Tetapi kemudian e-mail tersebut dengan cepat menyebar luas, terutama melalui media internet. Beberapa dokter yang disebut dalam e-mail tersebut dan pihak RS OMni Internasional merasa keberatan dengan kata-kata dalam e-mail tersebut yang sempat menyebutkan bahwa Prita merasa “tertipu”.

Untuk mengantisipasi berkembangnya image negatif terhadap perusahaan, dokter dan pihak RS Omni International menuntut Prita dalam kasus perdata, dan memenangkan kasus tersebut. Permasalahan belum berhenti, tuntutan kepada Prita berlanjut ke kasus pidana pencemaran nama baik. Dalam proses peradilan, Prita sempat dimasukkan dalam tahanan. Sampai titik tersebut, publikasi terhadap kasus ini belumlah “meledak” seperti sekarang. Tetapi setelah penahanan Prita, kasus tersebut menyebar ke berbagai media massa baik media cetak maupun elektronik. Yang fenomenal adalah dukungan kepada Prita yang terus mengalir melalui “cause” di facebook yang hari ini (Rabu, 10/6/2009) pagi sudah melampaui 250.000 orang. Fantastis!

Publikasi kasus inipun menjadi luar More >

Co-creation bersama nasabah di retail banking? Mungkinkah?

0

Elemen marketing yang dulu kita kenal saat belajar marketing konvensional terdiri dari 9 elemen, yaitu: segmentation, targeting, positioning, differentiation, marketing mix (product, price, promotion, place), sales, brand, service, process. Dalam new wave marketing ideas, yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh “The Guru” Hermawan Kartajaya, elemen marketing-nya menjadi 12C, yaitu communitization, confirming, clarifying, coding, crowd combo (co-creation, currency, conversation, communal activation), character, caring dan collaboration.

Salah satu elemen yang menarik adalah co-creation. Co-creation menurut Dr. Ajit Kambil, adalah membangun suatu dinamika baru terhadap relationship antara produsen dan konsumen dengan cara melibatkan konsumen secara langsung dalam proses produksi atau distribusi dari value. Saat ini beberapa pelaku bisnis telah dikenal karena menjalankan co-creation dengan sukses, antara lain: Wikipedia, Linux, Dell dan lainnya. Dell memberikan tools bagi pelanggannya untuk mendesain sendiri PC yang diinginkannya dan memesannya secara online. Beberapa industri memang lebih mudah bermigrasi ke co-creation, terutama industri yang berbasis teknologi tinggi. Linux dengan cepat memobilisasi ribuan programmer yang berkolaborasi dengan orientasi non-profit membangun sistem operasi open-source.

Bagaimana dengan perbankan? Sebagai bagian dari tatanan ekonomi baru, industri ini tidak akan lepas dari paradigma baru pasar yang ditandai oleh pelanggan yang semakin pintar, More >

Arif Swa's RSS Feed
Go to Top