new wave marketing

Pertarungan Citizen Journalism (1)

0

Beberapa bentuk dan media Citizen Journalism kini sedang berjuang demi keberlangsungan hidupnya di tengah marak dan tumbuhnya new media. Menurut wikipedia, Citizen journalism adalah konsep yang memungkinkan anggota masyarakat untuk berperan aktif dalam proses mengumpulkan, melaporkan, menganalisa dan mendistribusikan berita dan informasi. Yang membedakannya dengan bentuk collaborative journalism, adalah tidak adanya batasan bahwa peliput berita harus seorang jurnalis profesional. Semua anggota masyarakat bisa menjadi bagian di dalamnya. Sedangkan new media yang saya maksud adalah sebutan untuk media interaktif, terutama melalui koneksi internet. Media yang lebih bersifat horizontal, karena sifat komunikasinya yang lebih terbuka dan egaliter, walaupun beberapa di antaranya tetap melalui suatu proses moderasi. Media ini semakin penting dalam era new wave marketing.

Sekarang coba kita telusuri, bagaimana masyarakat sekarang bisa berperan aktif dalam citizen journalism. Pertama, mari kita bicara mengenai medianya. Media yang bisa digunakan tentu saja media yang interaktif. Tetapi yang dibutuhkan bukan sembarang interaktif, tetapi yang responsivitasnya cukup tinggi, sehingga memungkinkan terjadinya intensitas interaktif yang memadai. Beberapa di antaranya adalah Televisi, Radio, dan tentu saja Internet.

Selanjutnya, bagaimana dengan bentuk citizen journalismnya? Bentuk yang paling sederhana adalah komentar pada lipuran berita, artikel, foto atau lainnya yang menurut J. D. Lasica More >

Belajar dari Wafatnya Google Wave

0

Saya termasuk salah satu orang yang cukup antusias saat Google mengumumkan akan melakukan trial Google Wave pada tahun 2009 ( Google to Launch Google Wave Public Beta in Sept.). Dan masih banyak lagi netizen yang antusias dan kemudian mengirim pesan ke google untuk menjadi salah satu user, di antara 100.000 user yang direncanakan terlibat untuk mencoba Google Wave versi Beta. Beberapa orang yang terpilih Google untuk ikut mencoba, merasa bangga dan menyampaikannya pada teman dan komunitasnya. Pada waktu itu buzz atau words of mouth mengenai Google Wave menjadi sangat kencang.

Singkatnya, Google Wave adalah perpaduan antara e-mail, chat, blog dan banyak aplikasi google lain untuk berkolaborasi secara online. Aplikasi ini diproyeksikan untuk mampu menggantikan e-mail yang sudah dianggap aplikasi “kuno”.

Tetapi, pada tanggal 4 Agustus 2010Google mengumumkan untuk menghentikan pengembangan Google Wave. (RIP Google Wave). Salah seorang Senior Vice President Google mengatakan, alasan dihentikannya pengembangan Google Wave adalah user adoption yang tidak memenuhi harapan Google. Pada proses awalnya, sebelum mengarah ke 100.000 user trial, Google terlebih dahulu melakukan trial ke para sekitar 6.000 program developers. Kalau kita merujuk pada Technology Adoption Lifecycle-nya Geoffrey Moore, maka Google sudah mencoba masuk ke segmen Innovator dan Early Adopter. Tetapi persis seperti disampaikan Geoffrey Moore, maka titik kritisnya adalah di Chasm, atau jurang antara Early Adopter More >

Revolusi Layar Kaca

0

Dalam era pemasaran vertikal, media broadcast menjadi salah satu primadona. Slot iklan di televisi atau radio pada jam-jam yang disebut dengan “prime time” mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Efektivitas yang diharapkan dari promosi yang dipasang pada saat prime time pun begitu tinggi. Program televisi unggulan dengan rating tinggi pun sangat erat hubungannya dengan alokasi waktu saat prime time. Teknologi pada media yang berkarakter komunikasi satu arah menjadi salah satu faktor penentu kuatnya pengaruh prime time. Layar kaca pada ribuan dan bahkan jutaan pemirsa televisi menampilkan sajian yang sama, menyebabkan promosi yang ditampilkan pada prime time bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan pemirsa, baik yang merupakan target pasar maupun yang bukan target pasar dari produk terkait.

Tetapi dengan perkembangan teknologi sekarang, ada satu hal yang berubah. Kini sajian program televisi yang hadir di masing-masing layar kaca pemirsa bisa berbeda-beda walaupun pada stasiun televisi dan waktu yang sama. Teknologi IP-TV salah satunya, mempunyai fitur TV on Demand, memungkinkan pelanggannya untuk memilih menonton acara yang disukainya pada waktu yang ditentukan sendiri. Teknologi siaran televisi digital yang saat ini sedang trial di Jakarta, juga mempunyai fasilitas merekam siaran yang dipilih dengan cara sangat mudah. Kondisi ini menyebabkan prime time semakin lurang efektif. Lunturnya kesaktian prime time pada media broadcast ini juga diakui oleh Presiden CNN Jon Klein pada More >

Blue Ocean Strategy Gaya tvOne

2

Tampaknya tvOne sangat sadar bahwa diferensiasi menjadi salah satu kunci sukses dalam bersaing sebagai salah satu pendatang yang termasuk baru di antara para pesaingnya pada industri TV broadcasting nasional. Semboyan “Memang Beda” pun dipasang sebagai tagline yang memperkuat positioning statement-nya. Mari kita coba belajar marketing dan sharing marketing ideas dengan mengurai studi kasus marketing mengenai tvOne tersebut.

Intensitas persaingan di Industri TV broadcast di Indonesia memang terus meningkat dengan makin banyaknya pemain di industri ini. Penetrasi TV di Indonesia masih didominasi Free to Air (FTA) sebesar 75%, sedangkan Authorized PayTV baru mencapai 0,6% menurut salah satu sumber pada posisi tahun 2008. Dari ratusan stasiun TV yang memperoleh lisensi operasi, terdapat 10 FTA TV swasta berskala nasional yang menguasai market, yaitu RCTI, SCTV, Indosiar Visual Mandiri (IVM), Trans, TPI, Trans7, Global TV (GTV), ANTV, tvOne, Metro dan 1 stasiun TV milik negara, TVRI.

tvOne masuk ke industri ini pada tanggal 14 Februari 2008, yang merupakan transformasi dari Lativi. Transformasi ini seiring dengan pergantian kepemilikan dari mantan menteri tenaga kerja, Abdul Latief ke Aburizal Bakrie dan Erick Tohir. One pada nama tvOne bisa diasosiasikan sebagai singkatan dari Olahraga, News dan Entertainment. Akhir-akhir ini fokusnya lebih kepada Olahraga atau Sports dan News.

Sebagai pendatang baru, maka tvOne mencoba memposisikan diri berbeda dengan para pesaingnya. More >

Kebut-kebutan Blackberry vs iPhone

Akhir-akhir ini saya banyak menemukan artikel marketing yang mengulas Nokia vs Blackberry. Tetapi dalam belajar marketing melalui studi kasus marketing kali ini saya lebih tertarik untuk sharing marketing ideas dalam kebut-kebutan antara Blackberry dan iPhone. Dari laporan lembaga riset Gartner, pada tabel di bawah ini,, tampak bahwa pertumbuhan di pasar Smartphone menjadi milik HTC, RIM dan Apple. Tetapi bila dilihat market share-nya, maka tampak ”perseteruan” paling seru terjadi antara RIM Blackberry dan Apple iPhone. Market leader masih menjadi milik Nokia, tetapi dengan pertumbuhan 4,4% atau jauh dari ketiga pesaing terdekatnya, maka bila tidak ada perubahan signifikan, posisinya di puncak akan semakin lemah.

Banyak hal unik bila kita mencermati kebut-kebutan penjualan antara RIM Blackberry dan Apple iPhone. Sehingga banyak hal bisa jadi bahan bagi kita untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas melalui studi kasus marketing tersebut. Salah satunya, keduanya mengandung unsur buah-buahan di brand yang menjadi mesin pertumbuhannya. RIM mengusung buah Blackberry, sedangkan buah Apple merupakan corporate brand yang menaungi iPhone.

Hal unik berikutnya adalah bisnis model serupa yang dikembangkan keduanya, yang juga membedakannya dengan Nokia yang mulai keteteran dalam mengejar pertumbuhan para pesaingnya tersebut. Bisnis model Blackberry dan iPhone adalah bisnis yang menggabungkan device, network dan application atau content seperti yang pernah dibahas dalam More >

Many to Many Marketing Gaya Paris van Java Mall Bandung?

0

Minggu malam kemarin (06/09) saya sempat mengunjungi salah satu dari sekian banyak mall di kota Bandung, yaitu Paris van Java ( www.paris-van-java.com ). Di sini saya menemukan hal yang menarik kita bahas untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas. Konsep mall tersebut cukup unik, berbeda dari konsep mall kebanyakan. Arsitektur bangunan didesain bertemakan bangunan dan ruko Eropa. Di Ground level, koridornya merupakan ruang terbuka dengan beberapa burung merpati beterbangan bebas di sekitar kandang yang dipasang di pohon-pohon di tengah koridor tersebut. Jalan di koridornya pun didesain khusus dengan konsep alami disusun dari bebatuan dan kayu. Beberapa anchor tenants yang juga menjadi daya tarik mall tersebut antara lain Blitz Megaplex, Carrefour, Gramedia dan Sogo.

Diferensiasi dengan konsep open air alami dan tema bangunan dan koridor dengan desain Eropa tersebut membuat mall yang diresmikan bulan Juli 2006 ini setiap weekend tidak sepi pengunjung. Bahkan hampir bisa dipastikan akan terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Sukajadi – tempat mall tersebut berada – pada setiap weekend karena banyaknya kendaraan pengunjung yang keluar masuk mall.

Saya sudah cukup lama tidak mengunjungi mall ini hingga kemarin malam, dan saya melihat salah satu tambahan fasilitas yang cukup menarik. Di posisi depan mall, dekat dengan lahan parkir utama, dibangum sebuah lahan berbentuk persegi panjang, mungkin dengan ukuran sedikit lebih besar dari lapangan basket, tetapi tanpa garis More >

Film “Meraih Mimpi”: Harapan Bangkitnya Kreativitas di Industri Film Indonesia

5

Peran diferensiasi sangat besar dalam menentukan keberhasilan pemasaran. Sehingga diferensiasi menjadi pokok bahasan yang menarik bagi kita untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas. Dari sembilan elemen dalam konsep pemasaran yang diusung Hermawan Kartajaya, strategi kuncinya dirumuskan lebih sederhana dalam segitiga PDB (Positioning, Differentiation, Branding) di mana tampak bahwa Diferensiasi menjadi salah satu elemen dalam core strategy. Dalam konsep New Wave Marketing, sembilan elemen pemasaran tersebut bertransformasi menjadi 12C. Diferensiasi bertransformasi menjadi Coding atau lebih lengkapnya “Coding Your DNA”. Diferensiasi atau Coding memegang peranan penting dalam membentuk pembeda yang otentik dari suatu produk, layanan atau perusahaan yang membedakannya dari produk, layanan atau perusahaan lain sehingga akan mampu menarik bagi target market tertentu. Pada akhirnya, diferensiasi akan berkontribusi dalam sustainability dari perusahaan tersebut karena merupakan sumber dari keunggulan kompetitif dari perusahaan.

Di dalam era hyper-competition seperti sekarang, diferensiasi sangat membutuhkan kreativitas. Bagaimana dengan industri film Indonesia sekarang ini? Beberapa pakar dan media akhir-akhir ini memandang industri film Indonesia mulai bangkit, setelah terpuruk sejak krisis ekonomi di akhir dekade 90-an. Pendapat ini dikuatkan dengan mulai meningkatnya komposisi film Indonesia di berbagai bioskop di tanah air. Tetapi data dari Lembaga Sensor Film More >

Mencapai Keunggulan Perbankan Syariah melalui New Wave Marketing

1

Kali ini posting di blog belajar marketing dan sharing marketing ideas mengenai Perbankan Syariah. Berbicara mengenai tantangan Perbankan Syariah pada masa yang akan datang, tidak lepas dari perkembangan industri perbankan sekarang ini. Kondisi dan perkembangan industri perbankan juga tidak bisa dilepaskan dari krisis ekonomi global yang dipicu salah satunya dari sektor finansial yang lekat dengan industri perbankan pada tahun 2008. Kemudian, bagaimanakah perkembangan industri ini dalam masa krisis ekonomi global yang diprediksi berbagai pihak masih akan terus berlanjut?

Gambaran yang bisa dijadikan referensi salah satunya dari Deloitte ( klik http://www.deloitte.com ), sebuah kelompok kantor akuntan internasional besar di dunia. Terdapat beberapa perubahan paradigma dalam perkembangan dewasa ini, salah satunya adalah pergeseran fokus perbankan dari “alpha-market” ke “beta-market”. Alpha merupakan istilah untuk produk yang mempunyai profil high return / high risk. Menurut New York Times pada laporannya tanggal 16 April 2009, industri perbankan di Amerika Serikat telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan, termasuk dua bank yang mendapat dampak sangat besar dari krisis ekonomi global, Citigroup dan Bank of America. Walaupun dikatakan beberapa sektor masih banyak mengalami kesulitan, antara lain layanan kartu kredit dan private equity.

New Wave Marketing

Nah… saya kira akan menarik kalau kita coba belajar marketing dan sharing marketing ideas dengan mencoba menerapkan new wave More >

Mbah Surip dan Fenomena Angsa Hitam

0

Mbah Surip adalah sosok yang mampu memberi inspirasi, termasuk memberi inspirasi kita untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas mengenai industri musik Indonesia. Bagaimanakah kita bisa menggambarkan industri musik Indonesia saat ini? Beberapa kondisi yang bisa mewakili antara lain: industri musik Indonesia saat ini didominasi oleh group band muda, artis atau presenter tenar yang kemudian terjun ke dunia nyanyi dan pada umumnya mengusung aliran musik pop dengan beberapa variasi. Group band atau penyanyi akan mencapai puncak popularitas saat usia muda dan mulai menurun saat usia beranjak senja, tidak terkecuali misalnya salah satu diva musik pop Indonesia: Kris Dayanti atau KD. Lagu, baik single maupun dalam album akan tenar saat awal perilisannya yang dibarengi dengan promosi yang gencar. Tarif lagu maupun artis musisi akan berbanding lurus dengan tingkat popularitasnya.

Tetapi mbah Surip yang bernama lengkap Urip Ariyanto dan lahir pada tanggal 5 Mei 1949, merupakan pengecualian dari semua kondisi di atas. Beliau bagaikan “pencilan” dalam statistik di industri musik Indonesia. Beliau mencapai puncak popularitas justru di saat usianya senja, 60 tahun. Lagu-lagunya baru saja populer pada tahun ini, 2009, padahal sudah dirilis sejak beberapa tahun silam. Sebagai contoh lagu “Tak Gendong” sudah dirilis tahun 2003 dalam album dengan judul yang sama. Di dalam album tersebut juga terdapat lagu “Bangun Tidur” yang juga tidak kalah populer baru-baru ini. Menurut salah More >

Tantangan Menuju New Wave Marketing: Change the Mindset!

2

Bagi kita yang sedang belajar marketing, mungkin sudah cukup familiar dengan istilah “New Wave Marketing”, yang dipopulerkan oleh Hermawan Kartajaya. Jadi sekarang mari kita sharing marketing ideas mengenai implementasi new wave marketing. Formulasi strategi marketing yang meliputi segmentasi, targeting dan positioning (STP) ditransformasikan menjadi Communitization, Confirming dan Clarifying. Pada level taktik: diferensiasi, marketing mix (yang terdiri dari 4P: Product, Price, Place, Promotion) dan Selling menjadi Coding, Crowd Combo (terdiri dari 4C: Co-Creation, Currency, Communal Activation dan Conversation) dan Commercialization. Pada tataran Value, yang meliputi Brand, Service dan Proses menjadi Character, Caring da Collaboration. Sehingga secara keseluruhan bertransformasi menjadi formulasi 12C.

Dalam belajar marketing, khususnya new wave marketing, sangat penting untuk memahami latar belakang munculnya konsep tersebut. Salah satu esensi dari transformasi ini adalah perubahan dari era vertical marketing menuju horizontal marketing. Era horizontal ini salah satunya bisa kita pahami dari buku Thomas L. Friedman berjudul “The World is Flat”. Saat ini konsep new wave marketing sudah mulai berkembang secara komprehensif dari berbagai sumber. Kita sudah bisa menemukan berbagai referensi yang gres dari konsep dalam tiap aspek 12C tersebut. Best practices juga sudah mulai banyak kita temukan mengenai implementasi dari horizontal marketing tersebut. Contohnya adalah bagaimana More >

Co-creation bersama nasabah di retail banking? Mungkinkah?

0

Elemen marketing yang dulu kita kenal saat belajar marketing konvensional terdiri dari 9 elemen, yaitu: segmentation, targeting, positioning, differentiation, marketing mix (product, price, promotion, place), sales, brand, service, process. Dalam new wave marketing ideas, yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh “The Guru” Hermawan Kartajaya, elemen marketing-nya menjadi 12C, yaitu communitization, confirming, clarifying, coding, crowd combo (co-creation, currency, conversation, communal activation), character, caring dan collaboration.

Salah satu elemen yang menarik adalah co-creation. Co-creation menurut Dr. Ajit Kambil, adalah membangun suatu dinamika baru terhadap relationship antara produsen dan konsumen dengan cara melibatkan konsumen secara langsung dalam proses produksi atau distribusi dari value. Saat ini beberapa pelaku bisnis telah dikenal karena menjalankan co-creation dengan sukses, antara lain: Wikipedia, Linux, Dell dan lainnya. Dell memberikan tools bagi pelanggannya untuk mendesain sendiri PC yang diinginkannya dan memesannya secara online. Beberapa industri memang lebih mudah bermigrasi ke co-creation, terutama industri yang berbasis teknologi tinggi. Linux dengan cepat memobilisasi ribuan programmer yang berkolaborasi dengan orientasi non-profit membangun sistem operasi open-source.

Bagaimana dengan perbankan? Sebagai bagian dari tatanan ekonomi baru, industri ini tidak akan lepas dari paradigma baru pasar yang ditandai oleh pelanggan yang semakin pintar, More >

Go to Top