Posts tagged amazon

Borders Runtuh Karena Serangan Ebooks? Pikirkan Lagi!

1

Borders adalah jaringan retail toko buku dan musik yang berbasis di Michigan, Amerika Serikat. Selama ini Borders adalah jaringan toko buku terbesar kedua di Amerika Serikat, di belakang pemimpin pasar: Barnes & Nobles. Tetapi keadaan semakin tidak menguntungkan pada 5 tahun terakhir. Setelah tahun 2006, jaringan toko buku yang diakuisisi oleh Kmart pada tahun 1992 ini tidak pernah lagi mampu lagi membukukan laba. Pada Februari 2011, mereka mengumumkan segera menutup 226 tokonya di Amerika Serikat. Puncaknya, pada bulan Juli 2011, mereka memutuskan untuk secara bertahap menutup seluruh tokonya. Pada waktu itu masih terdapat 399 toko.

Berbagai ulasan di beberapa media segera mengkaitkan runtuhnya jaringan toko buku ini pada melonjaknya popularitas ebook. Popularitas ebook pada tahun 2010 memang semakin meroket, antara lain dibantu oleh pertumbuhan penjualan PC Tablet yang pesat. Penjualan PC Tablet semakin populer, terutama Apple iPad dan berbagai jenis PC Tablet berbasis sistem operasi Google Android. Sebelum PC Tablet populer, Amazon telah membentuk ekosistem ebook dengan meluncurkan perangkat e-reader bertajuk Kindle pada tahun 2007. Ekosistem ini semakin memudahkan pelanggan Amazon mengakses lebih dari 950.000 judul ebook. Barnes & Nobles segera merespons dengan merilis e-reader yang mereka beri nama Nook pada tahun 2009. Nook menggunakan system operasi Android. Borders dinilai terlambat beraliansi dengan Kobo dalam membentuk ekosistem penjualan ebook-nya yang baru More >

Kisah Inovasi Amazon

0

Berbicara tentang studi kasus pemasaran dalam industri ICT (Information & Communication Technology) akhir-akhir ini kita cenderung fokus pada Google, Apple, RIM, Microsoft atau social media seperti Facebook, Twitter atau bahkan Groupon. Beberapa contoh studi kasus pemasaran tersebut antara lain “7 Alasan Nokia Memilih Microsoft”, “Ada Apa Di Balik Proposal Google & Verizon?”, atau “Apa Kabar RIM, Sudahkah Anda Menerapkan Marketing 3.0?

Amazon.com yang didirikan oleh Jeff Bezos tahun 1994 dan mulai tayang online pada tahun 1995 mulai sedikit jarang dibicarakan. Gaungnya kini kalah dengan adik-adiknya sesama internet companies, seperti Facebook, Twitter atau Groupon yang menguasai social media. Lalu apa yang menarik bila kita membicarakan Amazon? Salah satu yang bisa kita cermati adalah bagaimana mereka membangun sustainable competitive advantage untuk terus bisa bertahan di industrinya. Amazon termasuk satu dari sedikit perusahaan yang lahir dari era dotcom bubble yang terus mampu tumbuh dan bertahan sampai sekarang.

Dalam membangun sustainable competitive advantage, faktor yang penting adalah membentuk keunggulan yang berbasis pada kemampuan melakukan transformasi, terutama inovasi. Hal ini dibutuhkan karena lingkungan bisnis yang terus berubah. Apalagi trend menunjukkan perubahan lingkungan bisnis semakin tinggi intensitasnya. Philip Kotler pun berpendapat serupa dalam bukunya “Chaotics”, yang menggunakan istilah “The Age of Turbulence” untuk menggambarkan lingkungan More >

Go to Top