Posts tagged android

Perang Antara Para Pengantar Pesan

5

Akhir-akhir ini mulai tampak peningkatan intensitas komunikasi pemasaran melalui layar televisi di Indonesia yang dilakukan oleh beberapa layanan messaging. Kakao Talk menggunakan artis, penyanyi, penulis lagu Sherina, berduet dengan artis Korea Big Bang sebagai endorser. Pemilihan kedua artis tersebut tentu bukan tanpa alasan. Sherina adalah artis muda yang mempunyai 6 juta follower di Twitter dan Big Bang artis asal Korea, seperti asal perusahaan yang menghasilkan Kakao Talk. Seperti kita ketahui musik pop Korea sedang naik daun di level global, termasuk di Indonesia. Aplikasi messaging lainnya, Line, juga tidak mau kalah dengan mengusung Agnes Monica dan Nidji sebagai endorser. Iklan Line di televisi juga mempunyai intensitas yang cukup tinggi. Agnes Monica mempunyai 7,7 juta follower di Twitter yang merupakan akun Twitter Indonesia yang mempunyai follower paling banyak.

Komunikasi pemasaran di media digital juga tidak kalah seru dibandingkan dengan yang tampak di media above the line tersebut. Kakao Talk bekerja sama dengan salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia untuk terus muncul di browser pelanggannya saat mulai browsing, sebelum mencapai halaman situs tujuannya.Beberapa kali Sherina dan Agnes Monica juga mengirim tweet yang memuat promosi Kakao Talk dan Line. Line juga menyiapkan edisi sticker khusus tentang Agnes Monica. Sticker adalah istilah untuk gambar atau emoticon pada saat ngobrol di aplikasi Line, untuk mengungkapkan berbagai macam perasaan More >

Berapa Biaya untuk Membangun Sebuah Brand?

2

Istilah brand berawal dari tanda yang dibuat menggunakan besi panas untuk menandai hewan ternak guna membedakannya dari hewan ternak milik orang lain. Brand kini berkembang, menunjukkan kepribadian sebuah produk, layanan atau organisasi. Tetapi masih seperti awal istilah brand yang digunakan untuk membedakan ternak, maka brand dalam marketing tetap dekat dengan fungsinya sebagai pembeda. Brand harus mampu menunjukkan diferensiasi. Brand juga harus mampu menjadi relevan dengan target pasarnya, karena dituntut mampu mewakili positioning di benak target pasarnya.

Brand yang kuat akan mampu menjadi mesin pertumbuhan sebuah organisasi. Dalam sebuah laporan pada tahun 2008, sebuah research agency Millward Brown Optimor, menyatakan brand value dari Coca Cola mencapai USD 58,2 miliar, tumbuh 17% dari tahun sebelumnya. Silakan coba hitung nilai tersebut ke dalam satuan rupiah. Pada waktu itu Coca Cola menempati posisi keempat di belakang Google, GE dan Microsoft.

Dua paragraf di atas mestinya cukup untuk sedikit menggambarkan bagaimana pentingnya brand dalam marketing. Lalu berapa biaya membangun sebuah brand? Pertanyaan ini muncul di benak setelah mendengar pernyataan dalam sebuah diskusi, “… brand sama dengan cost”. Tentu saja jawabannya bisa sangat bervariasi, tergantung kepada berbagai macam kondisi yang dipengaruhi lingkungan industri, target pasar sampai dengan strategic objective dan skala dari suatu produk, layanan atau organisasi. Hal tersebut juga tergantung bagaimana sudut More >

Borders Runtuh Karena Serangan Ebooks? Pikirkan Lagi!

1

Borders adalah jaringan retail toko buku dan musik yang berbasis di Michigan, Amerika Serikat. Selama ini Borders adalah jaringan toko buku terbesar kedua di Amerika Serikat, di belakang pemimpin pasar: Barnes & Nobles. Tetapi keadaan semakin tidak menguntungkan pada 5 tahun terakhir. Setelah tahun 2006, jaringan toko buku yang diakuisisi oleh Kmart pada tahun 1992 ini tidak pernah lagi mampu lagi membukukan laba. Pada Februari 2011, mereka mengumumkan segera menutup 226 tokonya di Amerika Serikat. Puncaknya, pada bulan Juli 2011, mereka memutuskan untuk secara bertahap menutup seluruh tokonya. Pada waktu itu masih terdapat 399 toko.

Berbagai ulasan di beberapa media segera mengkaitkan runtuhnya jaringan toko buku ini pada melonjaknya popularitas ebook. Popularitas ebook pada tahun 2010 memang semakin meroket, antara lain dibantu oleh pertumbuhan penjualan PC Tablet yang pesat. Penjualan PC Tablet semakin populer, terutama Apple iPad dan berbagai jenis PC Tablet berbasis sistem operasi Google Android. Sebelum PC Tablet populer, Amazon telah membentuk ekosistem ebook dengan meluncurkan perangkat e-reader bertajuk Kindle pada tahun 2007. Ekosistem ini semakin memudahkan pelanggan Amazon mengakses lebih dari 950.000 judul ebook. Barnes & Nobles segera merespons dengan merilis e-reader yang mereka beri nama Nook pada tahun 2009. Nook menggunakan system operasi Android. Borders dinilai terlambat beraliansi dengan Kobo dalam membentuk ekosistem penjualan ebook-nya yang baru More >

Belajar dari Masalah Brand Nokia

2

Benar, tahun 2010 Nokia masih menjadi global market leader pada kategori perangkat bergerak atau mobile device. Nokia memimpin dengan pangsa pasar penjualan sebesar 28,9% selama tahun 2010. Benar, bahwa pangsa pasar pabrikan pesaingnya masih berada cukup jauh. Samsung yang berada di posisi kedua, “hanya” mempunyai pangsa pasar penjualan sebesar 17,6%. Juga benar, bahwa untuk kategori ponsel pintar atau smartphone, sistem operasi Symbian yang digunakan Nokia masih memimpin penjualan sebesar 37,6%. Lalu, apa masalahnya buat Nokia? Pada kategori perangkat bergerak, pangsa pasarnya anjlok dari 36,4% pada tahun sebelumnya. Pangsa pasar sistem operasi Symbian juga anjlok dari 46,9% tahun sebelumnya pada kategori ponsel pintar. Pada sisi yang lain, sistem operasi Android tumbuh luar biasa, 888,8% dan menduduki posisi kedua dengan 22,7% dari hanya 3,9% pada tahun sebelumnya. Apple iOS juga tumbuh dari 14,4% menjadi 15,7%. Blackberry tampak turun, tetapi tidak sedrastis yang dialami oleh Nokia, yaitu dari 19,9% menjadi 16%. Harga saham Nokia pun terus cenderung menurun.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang menjadi penyebabnya? Banyak hal yang bisa dijadikan tersangka sebagai faktor penyebab anjloknya pemasaran Nokia dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi satu yang pasti adalah masalah brand. Cerita sukses Nokia dalam perjalanannya menguasai pasar ponsel adalah keberhasilannya dalam melayani semua segmen. Produknya sangat beragam, dari ponsel low-end yang sederhana dengan harga murah More >

Kisah Inovasi Amazon

0

Berbicara tentang studi kasus pemasaran dalam industri ICT (Information & Communication Technology) akhir-akhir ini kita cenderung fokus pada Google, Apple, RIM, Microsoft atau social media seperti Facebook, Twitter atau bahkan Groupon. Beberapa contoh studi kasus pemasaran tersebut antara lain “7 Alasan Nokia Memilih Microsoft”, “Ada Apa Di Balik Proposal Google & Verizon?”, atau “Apa Kabar RIM, Sudahkah Anda Menerapkan Marketing 3.0?

Amazon.com yang didirikan oleh Jeff Bezos tahun 1994 dan mulai tayang online pada tahun 1995 mulai sedikit jarang dibicarakan. Gaungnya kini kalah dengan adik-adiknya sesama internet companies, seperti Facebook, Twitter atau Groupon yang menguasai social media. Lalu apa yang menarik bila kita membicarakan Amazon? Salah satu yang bisa kita cermati adalah bagaimana mereka membangun sustainable competitive advantage untuk terus bisa bertahan di industrinya. Amazon termasuk satu dari sedikit perusahaan yang lahir dari era dotcom bubble yang terus mampu tumbuh dan bertahan sampai sekarang.

Dalam membangun sustainable competitive advantage, faktor yang penting adalah membentuk keunggulan yang berbasis pada kemampuan melakukan transformasi, terutama inovasi. Hal ini dibutuhkan karena lingkungan bisnis yang terus berubah. Apalagi trend menunjukkan perubahan lingkungan bisnis semakin tinggi intensitasnya. Philip Kotler pun berpendapat serupa dalam bukunya “Chaotics”, yang menggunakan istilah “The Age of Turbulence” untuk menggambarkan lingkungan More >

Tantangan Kerjasama Nokia & Microsoft

0

(cdn.pocket-lint.com)

Beberapa tahun terakhir, Nokia tampak kewalahan menghadapi fenomena serbuan Apple iPhone, Android dan Blackberry pada pasar ponsel pintar. Pangsa pasar ponsel pintar Nokia terus tergerus. Akhirnya gelar penguasa pasar harus diserahkan kepada ponsel pintar berbasis Android pada kuartal IV 2010. Pertanyaan yang sering muncul beberapa waktu yang lalu, adalah apa langkah strategis yang akan diambil Nokia menghadapi tantangan tersebut. Dan akhirnya terjawab dengan langkah Nokia menggandeng Microsoft, seperti diulas dalam “7 Alasan Nokia Memilih Microsoft”. Windows Phone akan menjadi platform andalan pengembangan ponsel pintar atau smartphone Nokia berikutnya.

Tetapi langkah tersebut memicu berbagai pertanyaan lain. Efektifkah langkah strategi kemitraan dengan Microsoft tersebut? Mampukah Nokia membalikkan keadaan, kembali mencetak pertumbuhan positif dalam meraih pangsa pasar. Kenyataannya, keraguan masih meliputi para investor, yang diindikasikan dengan harga saham Nokia yang masih cenderung turun setelah pengumuman kerjasama dengan Microsoft. Sebetulnya apa saja tantangan kerjasama strategis Nokia dan Microsoft dalam memenangkan pasar ponsel pintar? Berikut beberapa hal yang bisa menjadi tantangan Nokia dan Microsoft.

Tantangan pertama justru datang dari internal Nokia. Kerjasama strategis dengan Microsoft menguatkan arah Nokia untuk kembali ke kompetensi kuncinya di pengembangan perangkat keras. Hal ini membawa konsekuensi bagi Nokia untuk mengurangi More >

7 Alasan Nokia Memilih Microsoft

5

Kuartal IV tahun 2010 seharusnya menjadi kabar gembira bagi pabrikan smartphone. Berdasarkan data IDC, penjualan smartphone pada kuartal ini di seluruh dunia mencapai 100,9 juta unit, melampaui penjualan PC sebesar 92,1 juta unit. Penjualan smartphone tumbuh sekitar 88% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Smartphone berbasis Android paling menikmati berita ini, dengan penjualan mencapai 33,3 juta unit menurut data Canalys. Apple ikut menikmati kabar gembira ini. 14,1 juta unit iPhone berhasil dijual pada kuartal ini.

Tetapi tampaknya bukan kabar gembira bagi salah satu produsen smartphone yang selama ini dikenal sebagai penguasa pasar, Nokia. Karena penjualan smartphone berbasis Android sebesar 33,3 juta unit tersebut, berati berhasil menguasai 32,9% pangsa pasar. Kondisi itu menjadikan tahta pemimpin pasar smartphone yang selama ini dikuasai Nokia harus diserahkan kepada smartphone berbasis Android. Motor pertumbuhan Android adalah Samsung dan HTC yang menyumbang 45% dari total penjualan smartphone Android. Angka penjualan Nokia sebetulnya masih tinggi (menurut data TechSpot) sebesar 28,3 juta unit yang berarti 30,6% pangsa pasar. Tetapi trend yang terus menurun menyebabkan kabar tersebut tidak terlalu menggembirakan bagi Nokia. Pangsa pasar Nokia turun hampir 10% dari tahun sebelumnya (Baca juga Misteri Nokia dalam Episode Smartphone vs Tablet).

Kondisi tersebut diperkuat oleh pernyataan CEO baru Nokia, Stephen Elop. Mantan eksekutif Microsoft ini mengakui adanya More >

Apa kabar Amazon vs Google?

1

Ramainya kompetisi di kategori tabletPC dan smartphone, selalu membawa kita mengarah ke tiga pemain besar: Apple, RIM dan Google. Kenapa? Karena ketiganya memang mempunyai pengaruh besar dalam industri tersebut. Ketiganya juga sukses membangun model bisnis yang memanfaatkan ekosistem perangkat keras, perangkat lunak dan berbagai konten internet. Apple menjadi pelopor dengan iTunes ecosystem yang terus berkembang dalam Apple App Store. RIM mengembangkan Blackberry App World, dan kemudian Google mempunyai Android Market yang bisa diakses oleh para pengguna perangkat berbasis sistem operasi Android.

Bagaimana jalannya kompetisi antara tiga pemain besar tersebut sekarang? Trend menunjukkan Android tumbuh paling cepat, dan sudah melampaui market share Blackberry di Amerika Serikat. Dari sisi penjualan, Android dikabarkan telah mendominasi. Menurut AC Nielsen, sebesar 40% pembeli smartphone di Amerika Serikat memilih Android.

Di tingkat global, penjualan smartphone berbasis Android sudah melampaui Apple dan Blackberry, wlaupun masih di bawah Symbian-nya Nokia. Menurut Gartner, pada triwulan III tahun 2010, penjualan smartphone Android sudah mengambil porsi 25,5%. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya 3,5%. Nokia memang masih memimpin dengan 36,6%, tetapi turun drastis dari tahun sebelumnya, 44,6%. Demikian juga dengan Blackberry, turun dari 20,7% menjadi 14,8%. Sedangkan Apple dengan sistem operasi iOS berhasil sedikit menahan serbuan Android, turun sedikit, More >

Misteri Nokia dalam Episode Smartphone vs Tablet

0

Menurut IDC (International Data Corporation), penjualan tablet PC pada tahun 2010 akan mencapai 7,6 juta unit. Pada tahun 2014 diperkirakan menjadi 46 juta. Bahkan menurut Forrester Research, di Amerika Serikat jumlah pengguna tablet PC akan lebih banyak dari pada pengguna netbook pada tahun 2014 dan pada tahun 2015 penjualan tablet PC mencapai 23% dari total penjualan PC. Sebetulnya masih susah mendefinisikan tablet PC, masih belum ada kesepakatan yang jelas, tetapi menurut Wikipedia, tablet PC adalah laptop atau komputer portable berbentuk buku. Memiliki layar sentuh atau teknologi tablet digital yang memungkinkan pengguna komputer mempergunakan stylus atau pulpen digital selain keyboard ataupun mouse komputer. Mudahnya, tablet bagaikan perpaduan atau konvergensi dari smartphone dan notebook. Ukuran tablet PC bervariasi, sekitar 7 inchi sampai 9,7 inchi.

Sehingga, tidak aneh bila kita search di internet dengan keyword “will produce tablet”, maka hampir semua produsen PC, smartphone atau gadget ternama akan kita lihat dalam peluncuran atau rencana pengembangan tablet. Pertama, tentu saja Apple iPad. Disusul kemudian oleh produsen lain, seperti: Samsung, Toshiba, Acer, HP, Fujitsu, Lenovo, Motorola, Dell, RIM (Blackberry), dan bahkan Intel dan Amazon. Kecuali Nokia! Setelah kata “will” akan diikuti oleh “not”. Seperti diberitakan heretechs.com, dalam forum Nokia World 2010 di London, VP Product Nokia Media Group menyatakan Nokia tidak akan memproduksi tablet PC. Nokia masih More >

Go to Top