Posts tagged diferensiasi

Low Cost Carrier versi Jogja

5

Saat ini terdapat banyak low cost carriers di dunia. Beberapa yang terkenal antara lain Southwest Airlines, JetBlue Airways (Amerika Serikat), Air Asia (Malaysia), Flybe (UK), ValuAir (Singapura) atau Lucky Air (China). Di Indonesia kita mengenal Lion Air, Batavia Air, Indonesia AirAsia, dan lain-lain.

Kini di Yogyakarta atau juga dikenal dengan Jogja, kita bisa menemukan low cost carrier yang baru. Bukan maskapai penerbangan tetapi taksi yang menggunakan MPV (multi purpose vehicle) Daihatsu Xenia sebagai armadanya. Armada Taksi MPV ini diluncurkan mulai 28 Januari 2009 dengan tahap awal terdiri dari 28 unit mobil berwarna hitam dengan tulisan besar 373737 dan aksen garis merah di lambungnya.Angka tersebut adalah call center dari layanan taksi JAS dan Taksi Citra. Menurut informasi dari beberapa sumber, pada awalnya taksi ini sempat booming di Jogja karena merupakan alat transportasi nyaman dan hemat. Hemat bukan berarti tarifnya lebih murah dari taksi yang lain, tetapi dari sudut pandang penumpang, taksi ini mempunyai daya muat yang lebih banyak, baik dari sisi jumlah penumpang atau volume bagasi yang bisa ditampung. Dari sudut pandang pengelola taksi, jelas efisiensi biaya operasional dari konsumsi BBM sampai biaya pemeliharaan armada bisa diraih. Sebetulnya tarif yang lebih hemat bisa dipasang mengingat biaya yang bisa ditekan. Tetapi karena adanya regulasi mengenai layanan transportasi taksi yang berlaku, menyebabkan tarif yang dikenakan menjadi standar.

Kita bisa More >

Sensasi Komunikasi Pemasaran Pringsewu Restaurant

2

Bagi yang sering traveling melalui jalan darat di jalur pantura atau jalur selatan Jawa, pasti akan banyak menemukan banyak pilihan tempat makan. Bagi orang yang sedang traveling, tempat makan bukan hanya diperlukan untuk tempat makan pagi, siang atau malam, tetapi juga merupakan momen untuk istirahat, ke kamar mandi / kamar kecil, sholat bagi yang muslim, cek kondisi kendaraan atau bahkan sekaligus tempat rekreasi untuk melepas kebosanan selama perjalanan. Beberapa kebutuhan sekaligus dari konsumen tersebut memerlukan komunikasi yang baik dari restoran atau tempat makan kepada target marketnya, yaitu terutama para traveler.

Pilihan cara mengkomunikasikan positioning dan diferensiasi kepada traveler tersebut cukup menantang antara lain karena persaingan yang cukup ketat dan beragamnya karakter dan kondisi traveler. Diperlukan cara komunikasi yang mampu membangun kepercayaan konsumen dan menciptakan keberadaan dan kredibilitas di benak konsumen di sepanjang jalur perjalanan. Bagi pengguna kendaraan pribadi, sebagian belum merencanakan tempat untuk berhenti, beristirahat dan makan dalam menempuh perjalanan. Sebagian lagi cenderung memilih tempat makan berdasarkan kebiasaan, pada tempat yang sudah dikenal, karena konsumen pasti tidak akan hafal atau mengenal dengan baik tempat-tempat makan di sepanjang jalur perjalanan. Hal ini menyebabkan sebagian traveler lebih memilih tempat yang sudah dikenal dan menurutnya relatif kredibel sesuai kebutuhan / keinginannya daripada mencoba More >

Blue Ocean Strategy Gaya tvOne

2

Tampaknya tvOne sangat sadar bahwa diferensiasi menjadi salah satu kunci sukses dalam bersaing sebagai salah satu pendatang yang termasuk baru di antara para pesaingnya pada industri TV broadcasting nasional. Semboyan “Memang Beda” pun dipasang sebagai tagline yang memperkuat positioning statement-nya. Mari kita coba belajar marketing dan sharing marketing ideas dengan mengurai studi kasus marketing mengenai tvOne tersebut.

Intensitas persaingan di Industri TV broadcast di Indonesia memang terus meningkat dengan makin banyaknya pemain di industri ini. Penetrasi TV di Indonesia masih didominasi Free to Air (FTA) sebesar 75%, sedangkan Authorized PayTV baru mencapai 0,6% menurut salah satu sumber pada posisi tahun 2008. Dari ratusan stasiun TV yang memperoleh lisensi operasi, terdapat 10 FTA TV swasta berskala nasional yang menguasai market, yaitu RCTI, SCTV, Indosiar Visual Mandiri (IVM), Trans, TPI, Trans7, Global TV (GTV), ANTV, tvOne, Metro dan 1 stasiun TV milik negara, TVRI.

tvOne masuk ke industri ini pada tanggal 14 Februari 2008, yang merupakan transformasi dari Lativi. Transformasi ini seiring dengan pergantian kepemilikan dari mantan menteri tenaga kerja, Abdul Latief ke Aburizal Bakrie dan Erick Tohir. One pada nama tvOne bisa diasosiasikan sebagai singkatan dari Olahraga, News dan Entertainment. Akhir-akhir ini fokusnya lebih kepada Olahraga atau Sports dan News.

Sebagai pendatang baru, maka tvOne mencoba memposisikan diri berbeda dengan para pesaingnya. More >

IT Bukanlah Hal yang Penting Lagi?

5

Pada era knowledge economy sekarang ini ditandai dengan semakin meningkatnya peran Information Technology (IT) dalam berbagai kegiatan ekonomi. Tidak terkecuali dalam bidang marketing. Cerita kesuksesan business & marketing ideas dari Dell, Air Asia, Southwest Airlines, Amazon.com, iPod tidak bisa lepas dari peran penting IT.

Dell meminimalkan inventory cost dengan membangun online channel langsung ke end customer, memotong supply chain. IT yang dibangun Southwest Airlines dan kemudian Air Asia menjadi salah satu kontributor penting dalam memperkuat diferensiasi mereka sebagai low cost airlines. Kustomisasi layanan dari amazon.com – online retailer terbesar di dunia – sangat ditentukan oleh sistem informasinya. Fenomena keberhasilan iPod berawal dari konsep iPod / iTunes ecosystem yang sangat didukung oleh perkembangan teknologi informasi. Pada beberapa perusahaan berskala besar pun mempunyai posisi Direktur IT atau yang disebut dengan CIO (Chief Information Officer) sebagai salah satu indikasi lagi betapa pentingnya IT.

Makanya tidak heran, saat Nicholas G. Carr menulis artikel di Harvard Business Review, edisi bulan Mei 2003 dengan judul “IT Doesn’t Matter”, kontroversi pun terjadi. Dalam artikel tersebut Nicholas G. Carr berpendapat bahwa IT berpotensi untuk menjadi komoditas di masa yang akan datang. Saat semua mempunyai akses yang sama terhadap IT, maka potensi IT untuk menjadi sumber dari competitive advantage menjadi semakin hilang. Analoginya pada awalnya listrik More >

Persaingan Posko Layanan di Jalur Mudik.

0

Seperti tahun-tahun sebelumnya, maka Lebaran tahun ini diwarnai dengan persaingan bisnis di jalur mudik. Persaingan ini cukup menarik bagi kita untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas. Berbagai posko layanan mudik bertebaran di sepanjang jalur mudik di seluruh Indonesia. Persaingan tampak lebih seru dengan pertempuran media promosi below the line, mulai dari spanduk, umbul-umbul, banner sampai digital signage.

Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) mobil berlomba menyediakan jasa layanan purna jualnya. Sebagian di antaranya beroperasi 24 jam penuh. Nissan Motor Indonesia menyediakan 5 lokasi Nissan Rest Point (NRP) yang beroperasi 24 jam. NRP melengkapi 27 bengkel siaga yang beroperasi pada jam kerja biasa. Isuzu menyiapkan 8 lokasi posko siaga 24 jam, melengkapi 23 lokasi bengkel siaga. Dealer terbesar mobil Toyota, Auto2000 menyebar 11 lokasi posko siaga dan 4 bengkel siaga yang beroperasi 24 jam. PT Indomobil, ATPM dari mobol Suzuki menyiapkan 25 posko siaga di lima wilayah di Indonesia. Tiap posko biasanya juga dilengkapi berbagai layanan gratis, seperti kursi pijat, TV kabel, takjil gratis, dan lain-lain. Beberapa ATPM juga menyediakan mobile services yang siap melayani pemudik.

ATPM motor juga tak kalah seru bersaing, apalagi jumlah pemudik yang menggunakan motor terus meningkat dari tahun ke tahun. Yamaha menyediakan 3 pos jaga dan 8 bengkel jaga. TVS menggelar 4 posko di Jawa. Suzuki mendirikan 37 posko siaga di berbagai wilayah di Indonesia. Yang More >

Many to Many Marketing Gaya Paris van Java Mall Bandung?

0

Minggu malam kemarin (06/09) saya sempat mengunjungi salah satu dari sekian banyak mall di kota Bandung, yaitu Paris van Java ( www.paris-van-java.com ). Di sini saya menemukan hal yang menarik kita bahas untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas. Konsep mall tersebut cukup unik, berbeda dari konsep mall kebanyakan. Arsitektur bangunan didesain bertemakan bangunan dan ruko Eropa. Di Ground level, koridornya merupakan ruang terbuka dengan beberapa burung merpati beterbangan bebas di sekitar kandang yang dipasang di pohon-pohon di tengah koridor tersebut. Jalan di koridornya pun didesain khusus dengan konsep alami disusun dari bebatuan dan kayu. Beberapa anchor tenants yang juga menjadi daya tarik mall tersebut antara lain Blitz Megaplex, Carrefour, Gramedia dan Sogo.

Diferensiasi dengan konsep open air alami dan tema bangunan dan koridor dengan desain Eropa tersebut membuat mall yang diresmikan bulan Juli 2006 ini setiap weekend tidak sepi pengunjung. Bahkan hampir bisa dipastikan akan terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Sukajadi – tempat mall tersebut berada – pada setiap weekend karena banyaknya kendaraan pengunjung yang keluar masuk mall.

Saya sudah cukup lama tidak mengunjungi mall ini hingga kemarin malam, dan saya melihat salah satu tambahan fasilitas yang cukup menarik. Di posisi depan mall, dekat dengan lahan parkir utama, dibangum sebuah lahan berbentuk persegi panjang, mungkin dengan ukuran sedikit lebih besar dari lapangan basket, tetapi tanpa garis More >

Film “Meraih Mimpi”: Harapan Bangkitnya Kreativitas di Industri Film Indonesia

5

Peran diferensiasi sangat besar dalam menentukan keberhasilan pemasaran. Sehingga diferensiasi menjadi pokok bahasan yang menarik bagi kita untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas. Dari sembilan elemen dalam konsep pemasaran yang diusung Hermawan Kartajaya, strategi kuncinya dirumuskan lebih sederhana dalam segitiga PDB (Positioning, Differentiation, Branding) di mana tampak bahwa Diferensiasi menjadi salah satu elemen dalam core strategy. Dalam konsep New Wave Marketing, sembilan elemen pemasaran tersebut bertransformasi menjadi 12C. Diferensiasi bertransformasi menjadi Coding atau lebih lengkapnya “Coding Your DNA”. Diferensiasi atau Coding memegang peranan penting dalam membentuk pembeda yang otentik dari suatu produk, layanan atau perusahaan yang membedakannya dari produk, layanan atau perusahaan lain sehingga akan mampu menarik bagi target market tertentu. Pada akhirnya, diferensiasi akan berkontribusi dalam sustainability dari perusahaan tersebut karena merupakan sumber dari keunggulan kompetitif dari perusahaan.

Di dalam era hyper-competition seperti sekarang, diferensiasi sangat membutuhkan kreativitas. Bagaimana dengan industri film Indonesia sekarang ini? Beberapa pakar dan media akhir-akhir ini memandang industri film Indonesia mulai bangkit, setelah terpuruk sejak krisis ekonomi di akhir dekade 90-an. Pendapat ini dikuatkan dengan mulai meningkatnya komposisi film Indonesia di berbagai bioskop di tanah air. Tetapi data dari Lembaga Sensor Film More >

Go to Top