Posts tagged early adopter

Consumer 3000 Sebagai Jembatan Menuju Mainstream Market

5

Posting studi kasus pemasaran kali ini terinspirasi oleh tulisan mas Yuswohady mengenai Consumer 3000. Istilah Consumer 3000 ditujukan untuk pertumbuhan segmen kelas menengah, saat suatu negara mencapai angka Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar $3000. Angka ini menjadi penting karena banyak negara yang setelah mencapai angka PDB tersebut, menunjukkan lonjakan pertumbuhan yang makin tinggi. Angka tersebut menjadi titik lepas landas suatu negara dalam proses transformasi dari negara berkembang menjadi negara maju. Di Indonesia, diperkirakan titik ini akan mampu dicapai pada tahun 2011. Penjelasan selengkapnya mengenai fenomena Consumer 3000 bisa dibaca di blog Yuswohady: http://www.yuswohady.com/2010/12/04/consumer-3000/.

Dua ciri utama segmen kelas menengah ini adalah mempunyai daya beli yang meningkat dan lebih smart. Dalam proses keputusan membeli, mereka berorientasi kepada value. Dengan daya beli yang meningkat, maka produk yang selama ini masuk dalam kategori premium mulai terjangkau oleh segmen ini. Hal ini berkontribusi pada percepatan experience curve effect (baca: http://en.wikipedia.org/wiki/Learning_curve_effects) sehingga economies of scale produk lebih cepat tercapai. Economies of scale akan memberi peluang pada penurunan harga. Efek dari fenomena ini adalah produk-produk yang selama ini dianggap mewah akan lebih terjangkau. Kondisi ini yang disebut oleh Yuswohady sebagai mass luxury.

Selanjutnya, strategi pemasaran dalam menyikapi perubahan pasar ini akan More >

Belajar dari Wafatnya Google Wave

0

Saya termasuk salah satu orang yang cukup antusias saat Google mengumumkan akan melakukan trial Google Wave pada tahun 2009 ( Google to Launch Google Wave Public Beta in Sept.). Dan masih banyak lagi netizen yang antusias dan kemudian mengirim pesan ke google untuk menjadi salah satu user, di antara 100.000 user yang direncanakan terlibat untuk mencoba Google Wave versi Beta. Beberapa orang yang terpilih Google untuk ikut mencoba, merasa bangga dan menyampaikannya pada teman dan komunitasnya. Pada waktu itu buzz atau words of mouth mengenai Google Wave menjadi sangat kencang.

Singkatnya, Google Wave adalah perpaduan antara e-mail, chat, blog dan banyak aplikasi google lain untuk berkolaborasi secara online. Aplikasi ini diproyeksikan untuk mampu menggantikan e-mail yang sudah dianggap aplikasi “kuno”.

Tetapi, pada tanggal 4 Agustus 2010Google mengumumkan untuk menghentikan pengembangan Google Wave. (RIP Google Wave). Salah seorang Senior Vice President Google mengatakan, alasan dihentikannya pengembangan Google Wave adalah user adoption yang tidak memenuhi harapan Google. Pada proses awalnya, sebelum mengarah ke 100.000 user trial, Google terlebih dahulu melakukan trial ke para sekitar 6.000 program developers. Kalau kita merujuk pada Technology Adoption Lifecycle-nya Geoffrey Moore, maka Google sudah mencoba masuk ke segmen Innovator dan Early Adopter. Tetapi persis seperti disampaikan Geoffrey Moore, maka titik kritisnya adalah di Chasm, atau jurang antara Early Adopter More >

Go to Top