Posts tagged social media

Social Media Indonesia Infographic 2012

3

Social Media Indonesia Infographic 2012

Indonesia dikenal dengan pertumbuhan pengguna social media, terutama Facebook dan Twitter. Oleh karena itu di blog studi kasus pemasaran ini, saya mencoba menampilkan infographic mengenai pengguna social media di Indonesia. Informasi tersebut saya summary kan dari socialbakers.com dan semiocast.com. Silakan klik untuk melihat infographic tersebut.

Cara Sony Mengoptimalkan Kehadirannya di CES 2012

0

Di dalam industri ICT (Information & Communications Technology), ajang pameran atau trade show tahunan Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas adalah salah satu pameran penting. CES tahun ini, mulai pada hari ini, tanggal 10 Januari 2012 sampai dengan 13 Januari 2012. Dalam pergelaran ini, biasanya ditunggu terobosan produk baru dari para pemain besar di industri ICT.

Pada tahun sebelumnya, CES 2011, beberapa tampilan yang menarik perhatian dunia adalah PC Tablet (Motorolla Xoom, Blackberry Playbook), Connected TV (Samsung Smart TV), Teknologi 3D pada TV dan Camcorder, Ponsel pintar (Motorolla Atrix 4G), Microsoft Kinect, Ultrabook (Samsung 9 Series), dan masih banyak lagi. Menurut Webtrends, pada CES 2011 brand yang paling sering dibicarakan di dunia maya adalah Samsung, disusul oleh Google, Microsoft dan Motorolla. Sony tidak masuk dalam 5 besar. Apple mampu mencuri perhatian melalui iPhone yang menjadi produk pada kategori ponsel pintar yang paling banyak dibicarakan.

Tidak terkecuali di CES 2012 ini, banyak pihak menunggu peluncuran produk baru yang akan menjadi bintang dalam pameran ini. Beberapa di antaranya adalah dari kategori Ultrabook yang kini menjadi tren, menyusul suksesnya Macbook Air, Sistem Operasi Microsoft Windows 8 atau Sistem Operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Dari pembicaraan di social media, beberapa pihak penasaran apakah Sony akan meluncurkan PS4.

Tetapi dari konferensi pers di hari pertama CES 2012, Sony belum tampak menampilkan PS4, tetapi More >

Coba Temukan Kata Ajaib di Prediksi Marketing 2012

0

Pada bulan Desember tahun 2011 yang baru saja berlalu, ternyata tetap berjalan sesuai tradisi akhir tahun selama ini. Bila kita mengikuti berbagai berita dan ulasan di berbagai media, baik media konvensional seperti televisi, surat kabar, tabloid atau majalah, maupun new media, nuansanya tetap sama. Kita akan banyak menemukan ulasan peristiwa selama 2011 dan prediksi apa yang akan terjadi di tahun 2012. Demikian juga dalam dunia pemasaran. Kita akan banyak menemukan ulasan mengenai apa yang menjadi tren pemasaran di tahun 2012.

Dalam prediksi marketing 2012, kita akan menemukannya dalam berbagai sudut pandang, dari berbagai pakar pemasaran dan bisnis dan bersumber dari berbagai macam riset. Tetapi ada satu kata ajaib yang hampir selalu muncul di berbagai prediksi marketing tersebut. Can you guess it? Yes! It is SOCIAL.

Tidak percaya? Coba cara yang satu ini. Masukkan kata kunci “marketing prediction 2012” ke dalam mesin pencari, Google misalnya. Maka pada halaman pertama kita akan mendapatkan banyak kata “social” di dalamnya. Kalaupun tidak bisa menemukan kata social di hasil pencarian tersebut di halaman Google, coba klik link hasil pencarian tersebut. Maka kita akan menemukan lebih banyak lagi kata social di dalam isi ulasan tersebut.

Bagaimana dengan di Indonesia? Maaf, terus terang, ini pertanyaan yang sedikit basi . Indonesia telah sering menjadi perhatian dunia karena pertumbuhan pengguna dan penggunaan social medianya. Saat ini jumlah akun Facebook dari Indonesia More >

3 Alasan untuk Tidak Menggunakan Social Media dalam Bisnis

7

Indonesia ternyata kini semakin menjadi perhatian dunia. Salah satunya karena statistik terkait keterlibatannya dalam dunia social media. Coba kita perhatikan data berikut ini. Jumlah akun facebook dari Indonesia sebanyak 38,5 juta atau terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Menurut salingsilang.com, Indonesia berkontribusi terhadap 15% dari total tweet di Twitter. Bukan hal aneh apabila kemudian ComScore menyebutnya sebagai “the most Twitter addicted nation”. CNN Tech merilis artikel “Indonesia: Twitter Nation”.

Maka pelaku bisnis pun mulai sadar beramai-ramai  masuk dalam percakapan di berbagai social media. Berbagai opini dari banyak pakar pun akan banyak kita temukan yang mengungkapkan pentingnya social media dalam pertumbuhan bisnis di era pasar yang horisontal sekarang ini. Antara lain untuk membangun kedekatan dengan pelanggan dan pasar. Di media tersebut kita juga bisa menemukan banyak masukan atau umpan balik bagi perusahaan. Co-creation juga akan mampu didukung penuh melalui interaksi dengan pelanggan melalui social media. Dan masih banyak lagi. Seiring trend tersebut, pertanyaan kontradiktif mencuat, perlukah bisnis kami melakukan engagement di social media? Banyak artikel dan pendapat yang sudah mengulas pentingnya bisnis melakukan engagement di social media, tetapi studi kasus pemasaran kali ini akan mengulas sebaliknya. Berikut ini beberapa alasan bagi bisnis Anda untuk melupakan social media.

Pertama, apabila mindset Anda masih memandang social More >

Indah Dewi Pertiwi Against The Chaos

0

Badai kekacauan menghantam industri musik Indonesia. Hmm… mungkin kalimat tersebut terlalu berlebihan dalam menggambarkan kondisi industri musik Indonesia saat ini. Tapi coba kita ikuti beberapa fakta berikut ini. Menurut pengamat musik Bens Leo, pada tahun 2009 hanya terdapat 15 juta penjualan CD musik Indonesia dengan stiker pajak lunas, kata lain dari CD legal. Kondisi ini menurun drastis dari kondisi pada tahun kejayaan industri musik Indonesia pada periode tahun 2000 – 2005. Bayangkan pada tahun 2004, untuk 1 album saja, misalnya “Bintang di Surga” dari Peter Pan, bisa terjual 3 juta keping CD.

Hal ini berarti pembajakan musik sudah merajalela di Indonesia.  Menurut PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia) penjualan lagu bajakan tahun 2008 sekitar 550 juta unit (kaset dan CD). Kerugian negara yang ditimbulkan bisa mencapai  Rp1,2 triliun dari potensi pajak yang hilang. Kerugian artis dan produser lebih besar, sekitar Rp2,7 triliun. Kondisi ini semakin memburuk dengan semakin mudahnya melakukan penggandaan rekaman musik melalui media digital, dan belum optimalnya penegakan hukum terhadap kasus pembajakan musik. Buktinya dalam empat tahun terakhir rekor penjualan album musik dicapai oleh Cinta Laura “hanya” mencapai 1 juta kopi pada awal 2010.

Tantangan bagi para pelaku industri musik belum berhenti sampai di situ, terutama untuk para artis dan produser. Fenomena pasar yang disebut dengan long tail juga harus menjadi perhatian. More >

Haruskah Crowd Sourcing Menjadi Solusi Transformasi (Logo) Starbucks?

0

Ini adalah posting studi kasus pemasaran dari kopicoklat.com yang memenangkan lomba artikel majalah Marketeers mengenai perubahan logo Starbucks. Artikel ini juga dimuat pada blog dan majalah Marketeers yang terbit bulan Februari 2011. Selamat menikmati

Rabu, 5 Januari 2011 menjadi tanggal penting bagi Starbucks. Starbucks, yang hadir melalui sekitar 15.000 outlet di 42 negara, memperkenalkan logo baru. Perubahan logo adalah hal biasa dalam perjalanan sebuah bisnis, termasuk Starbucks. Tampak biasa, karena perubahan logo yang terjadi seperti sebuah evolusi. Dari tiga perubahan logonya, semuanya merupakan zoom-in dari tokoh Siren, sebangsa putri duyung dalam mitologi Yunani.

Tetapi tunggu sebentar, kali ini bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Pertama, perubahan logo ini sejalan dengan transformasi bisnis Starbucks, yang akan menggali peluang lain dalam bisnis makanan dan gaya hidup. Starbucks menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnisnya setelah ekspansi bisnis ke berbagai negara. Kedua, dari berbagai situs dan media di internet, mayoritas respon masyarakat bernada negatif. Ketiga, walaupun perubahan logo ini seperti evolusi, tetapi bisa dianggap sebuah revolusi. Anggapan ini dikuatkan oleh respon yang mayoritas negatif, yang biasanya menyertai sebuah perubahan besar.

Tokoh Siren keluar dari “kungkungan” lingkaran luar yang selama ini menaunginya. Tidak ada lagi lingkaran, tidak lagi tertulis nama Starbucks di dalam lingkaran dan tidak ada lagi kata “Coffee” di dalam More >

Consumer 3000 Sebagai Jembatan Menuju Mainstream Market

5

Posting studi kasus pemasaran kali ini terinspirasi oleh tulisan mas Yuswohady mengenai Consumer 3000. Istilah Consumer 3000 ditujukan untuk pertumbuhan segmen kelas menengah, saat suatu negara mencapai angka Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar $3000. Angka ini menjadi penting karena banyak negara yang setelah mencapai angka PDB tersebut, menunjukkan lonjakan pertumbuhan yang makin tinggi. Angka tersebut menjadi titik lepas landas suatu negara dalam proses transformasi dari negara berkembang menjadi negara maju. Di Indonesia, diperkirakan titik ini akan mampu dicapai pada tahun 2011. Penjelasan selengkapnya mengenai fenomena Consumer 3000 bisa dibaca di blog Yuswohady: http://www.yuswohady.com/2010/12/04/consumer-3000/.

Dua ciri utama segmen kelas menengah ini adalah mempunyai daya beli yang meningkat dan lebih smart. Dalam proses keputusan membeli, mereka berorientasi kepada value. Dengan daya beli yang meningkat, maka produk yang selama ini masuk dalam kategori premium mulai terjangkau oleh segmen ini. Hal ini berkontribusi pada percepatan experience curve effect (baca: http://en.wikipedia.org/wiki/Learning_curve_effects) sehingga economies of scale produk lebih cepat tercapai. Economies of scale akan memberi peluang pada penurunan harga. Efek dari fenomena ini adalah produk-produk yang selama ini dianggap mewah akan lebih terjangkau. Kondisi ini yang disebut oleh Yuswohady sebagai mass luxury.

Selanjutnya, strategi pemasaran dalam menyikapi perubahan pasar ini akan More >

7 Fakta Unik di Era Broadband

0

Indonesia menjadi salah satu tempat pertumbuhan layanan broadband tertinggi di dunia. Menurut reportase Radio Australia, pertumbuhan pengguna broadband di Indonesia pada tahun lalu mencapai 142%, walaupun dari tingkat penetrasi terhadap populasi masih rendah. Sedangkan pengguna internet di Indonesia diprediksi mencapai 30.000.000 orang, menurut internetworldstats.com. Hal ini, mau tidak mau akan berpengaruh terhadap perilaku atau gaya hidup kita. Nah… berikut beberapa cerita unik dan ringan mengenai perubahan gaya hidup kita sehari-hari yang dipengaruhi internet dan broadband, berdasarkan pengamatan, pengalaman dan sharing bersama teman-teman, baik secara offline maupun online. Fakta unik dan ringan dalam studi kasus marketing ini hanyalah indikasi dari banyak perubahan karakter di era broadband economy. Semoga memberikan penyegaran dan wawasan bagi kita untuk belajar marketing dan menangkap peluang dari perubahan perilaku pasar.

Fakta Satu. Tampaknya kita harus mulai mengantisipasi fenomena yang satu ini, yaitu tingkat okupansi toilet yang bertambah. Akses internet dan broadband yang semakin lancar, ditambah berbagai macam aplikasi yang tersedia melalui smartphone ternyata membuat banyak orang tertarik untuk mengisi waktu di toilet menggunakan smartphone. Kalau dahulu, beberapa orang membawa koran atau merokok saat melakukan “kegiatan wajib” di toilet, maka beberapa orang kini tidak lupa membawa smartphone ke toilet. Entah itu untuk sekedar main game, browsing, chatting, More >

Go to Top