Tampaknya tvOne sangat sadar bahwa diferensiasi menjadi salah satu kunci sukses dalam bersaing sebagai salah satu pendatang yang termasuk baru di antara para pesaingnya pada industri TV broadcasting nasional. Semboyan “Memang Beda” pun dipasang sebagai tagline yang memperkuat positioning statement-nya. Mari kita coba belajar marketing dan sharing marketing ideas dengan mengurai studi kasus marketing mengenai tvOne tersebut.

Intensitas persaingan di Industri TV broadcast di Indonesia memang terus meningkat dengan makin banyaknya pemain di industri ini. Penetrasi TV di Indonesia masih didominasi Free to Air (FTA) sebesar 75%, sedangkan Authorized PayTV baru mencapai 0,6% menurut salah satu sumber pada posisi tahun 2008. Dari ratusan stasiun TV yang memperoleh lisensi operasi, terdapat 10 FTA TV swasta berskala nasional yang menguasai market, yaitu RCTI, SCTV, Indosiar Visual Mandiri (IVM), Trans, TPI, Trans7, Global TV (GTV), ANTV, tvOne, Metro dan 1 stasiun TV milik negara, TVRI.

tvOne masuk ke industri ini pada tanggal 14 Februari 2008, yang merupakan transformasi dari Lativi. Transformasi ini seiring dengan pergantian kepemilikan dari mantan menteri tenaga kerja, Abdul Latief ke Aburizal Bakrie dan Erick Tohir. One pada nama tvOne bisa diasosiasikan sebagai singkatan dari Olahraga, News dan Entertainment. Akhir-akhir ini fokusnya lebih kepada Olahraga atau Sports dan News.

Sebagai pendatang baru, maka tvOne mencoba memposisikan diri berbeda dengan para pesaingnya. More >