Elemen marketing yang dulu kita kenal saat belajar marketing konvensional terdiri dari 9 elemen, yaitu: segmentation, targeting, positioning, differentiation, marketing mix (product, price, promotion, place), sales, brand, service, process. Dalam new wave marketing ideas, yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh “The Guru” Hermawan Kartajaya, elemen marketing-nya menjadi 12C, yaitu communitization, confirming, clarifying, coding, crowd combo (co-creation, currency, conversation, communal activation), character, caring dan collaboration.
Salah satu elemen yang menarik adalah co-creation. Co-creation menurut Dr. Ajit Kambil, adalah membangun suatu dinamika baru terhadap relationship antara produsen dan konsumen dengan cara melibatkan konsumen secara langsung dalam proses produksi atau distribusi dari value. Saat ini beberapa pelaku bisnis telah dikenal karena menjalankan co-creation dengan sukses, antara lain: Wikipedia, Linux, Dell dan lainnya. Dell memberikan tools bagi pelanggannya untuk mendesain sendiri PC yang diinginkannya dan memesannya secara online. Beberapa industri memang lebih mudah bermigrasi ke co-creation, terutama industri yang berbasis teknologi tinggi. Linux dengan cepat memobilisasi ribuan programmer yang berkolaborasi dengan orientasi non-profit membangun sistem operasi open-source.
Bagaimana dengan perbankan? Sebagai bagian dari tatanan ekonomi baru, industri ini tidak akan lepas dari paradigma baru pasar yang ditandai oleh pelanggan yang semakin pintar, empowered, skeptis, connected, demanding dan cenderung tidak loyal. Oleh karena itu pelaku bisnis perbankan harus mulai berpikir ke arah co-creation.
Jadi tantangan dalam belajar marketing dan share marketing ideas kita kali ini adalah bagaimana membuat bisnis model co-creation yang memberi value bagi retail banking dan pelanggan (dalam hal ini adalah end user atau nasabah). Bagaimanakah alternatif cara membangun co-creation antara bank dan nasabahnya dalam retail banking? Retail banking fokus pada transaksi segmen perorangan secara langsung, bukan dengan segmen korporasi atau antar sesama bank.
Sebagai referensi, saya sertakan gambar value chain dari bisnis perbankan dari survey University of St. Gallen, Swiss. Sengaja saya cari referensi dari industri perbankan yang cukup terkenal di dunia: Swiss. Semoga memudahkan kita dalam mencari dan mengeksplorasi simpul-simpul dalam value chain tersebut untuk memberi alternatif model co-creation yang bisa dikembangkan. Silakan posting kreasi dan marketing ideas Anda via comment di blog marketing http://kopicoklat.com. Everyone’s invited because everyone is a marketer. Selamat berkreasi dan terus belajar marketing! Salam kreatif!